Pages

Subscribe:

Minggu, 16 Oktober 2011

Konsep Dasar Akuntansi

Konsep Dasar Akuntansi terdiri dari :

  • Entity theory (teori kesatuan usaha). Perusahaan merupakan suatu entitas (kesatuan usaha) yang terpisah dan berdiri sendiri diluar entitas lain.
  • Going concern (berkesinambungan). Pendirian perusahaan diasumsikan tidak untuk satu periode saja melainkan secara terus-menerus dan berkesinambungan.
  • Accounting period (periode akuntansi). Kegiatan perusahaan dipisahkan dalam periode-periode tertentu, pada umumnya periode akuntansi terdiri dari 12 bulan atau satu tahun.
  • Objective (objektif). Bahwa semua pencatatan transaksi-transaksi harus didasarkan pada dokumen asli.
  • Monetary measurement unit (pengukuran dalam satuan uang). Seluruh informasi utama dalam laporan keuangan diukur dengan satuan ukuran uang.
  • Historical cost (harga pertukaran). Aset selalu dicatat dan dilaporkan berdasarkan nilai perolehan atau nilai belinya karena lebih objektif dan mudah untuk pelaporannya.
  • Matching cost against revenue (penandingan beban dengan pendapatan). Konsep ini menekankan perlunya menghubungkan beban biaya dengan pendapatan yang diakui pada periode yang sama.
  • Consistent (konsisten). Dalam penerapan metode pencatatan harus tetap, tidak bisa berubah-ubah sewaktu-waktu.
  • Konservatif. Dalam akuntansi kita dituntut untuk menerapkan prinsip kehati-hatian, misalnya seperti pendapat yang belum diterima tidak boleh dicatat, sebaliknya jika terdapat biaya yang belum tentu dikeluarkan harus tetap dicatat, contohnya adalah Cadangan Kerugian Piutang.
  • Materialitas. Dalam akuntansi ada nominal-nominal yang dapat diabaikan, namun tidak selamanya dapat diabaikan, seperti angka-angka dibelakang koma.
  • Transparan. Dalam penyajian laporan keuangan harus jelas sehingga tidak ada keraguan dalam penggunaannya.
  • Realisasi. Akuntansi merealisasikan segala transaksi dalam bentuk laporan keuangan.

0 komentar:

Posting Komentar