Pages

Subscribe:

Selasa, 28 Mei 2013

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI PEMERINTAH DENGAN PERUSAHAAN ASURANSI SWASTA



PENDAHULUAN
Dalam era globalisasi kita dapat merasakan adanya gejolak moneter yang dapat menimbulkan persaingan yang sangat ketat antara perusahaan-perusahaan. Agar perusahaan dapat bertahan hidup dituntut untuk mengelola perusahaannya dengan cara yang lebih efisien. Salah satu kunci kesuksesan dan keberhasilan dalam perusahaan adalah melalui perencanaan keuangan.
Perencanaan dan pengendalian keuangan melibatkan proyeksi-proyeksi berdasarkan standar dan perkembangan dari umpan balik dan proses penyesuaian untuk memperbaiki prestasi kerja. Perencanaan keuangan adalah proses dari menganalisis pendanaan dan pilihan investasi yang terbuka bagi perusahaan, memproyeksikan konsekuensi masa yang akan datang akibat keputusan saat ini, guna menghindari hal-hal yang tidak terduga dan hubungan antara keputusan saat ini dan masa yang akan datang, menentukan alternatif mana yang akan dipilih, serta mengukur hasil selanjutnya terhadap tujuan dalam rencana keuangan.
Sebagai usaha yang menghimpun dana dari masyarakat, perusahaan asuransi tidak jauh berbeda halnya dengan bank dan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Untuk itu usaha asuransi harus dikelola secara professional, baik dalam pengelolaan resiko maupun dalam pengelolaan keuangannya. Bagaimanapun, sebagai lembaga yang mengelola dana publik, perusahaan asuransi wajib melaporkan kinerja perusahaannya kepada publik, hal ini dilakukan agar para nasabah dan orang-orang yang memiliki kepentingan dapat mengetahui secara pasti tentang kondisi perusahaan, apakah perusahaan dalam keadaan sehat, kurang sehat atau tidak sehat (krisis).
Untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan, perlu mengadakan analisa atau interprestasi terhadap data finansial dari perusahaan bersangkutan, dimana data finansial itu tercermin didalam laporan keuangan. Ukuran yang sering digunakan dalam analisa finansial adalah rasio. Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan. Berdasarkan konsep periode akuntansi, maka laporan keuangan sangat diperlukan untuk mengukur hasil usaha dan perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu untuk mengetahui sejauh mana perusahaan mencapai tujuannya. Secara umum tujuan perusahaan adalah meningkatkan kesejahteraan pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan dengan memaksimumkan laba. Pengukuran hasil usaha yang dicapai dapat dilakukan dengan cara menganalisis rasio keuangan.
Analisis laporan keuangan seringkali juga memasukkan aktivitas untuk membuat berbagai macam transformasi atas laporan keuangan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis rasio dan analisis persentase yang memungkinkan untuk mengidentifikasi, mengkaji dan merangkum hubungan-hubungan yang signifikan dari data keuangan perusahaan. Untuk menilai kinerja keuangan dan prestasi perusahaan, analisis keuangan memerlukan tolok ukur yaitu rasio atau indeks yang menghubungkan dua data keuangan yang satu dengan yang lainnya. Analisis dan antarprestasi dari macam-macam rasio dapat memberikan pandangan yang lebih baik tentang kondisi keuangan dan prestasi perusahaan. Dengan menggunakan alat analisis, berupa rasio akan dapat menjelaskan atau memberikan gambaran tentang posisi keuangan suatu perusahaan terutama apabila angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standar.
     Analisis rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lainnya sangat bermanfaat bagi manajemen untuk perencanaan dan pengevaluasian prestasi atau kinerja perusahaan. Analisis rasio juga bermanfaat bagi para investor dalam mengevaluasi nilai saham dan adanya jaminan atas keamanan dana yang akan ditanamkan pada suatu perusahaan. Dengan demikian, analisis rasio keuangan digunakan manajemen untuk pengambilan keputusan jangka pendek maupun jangka panjang, peningkatan efisiensi dan efektivitas operasi, serta untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja.
Penilaian kinerja perusahaan dapat memberikan gambaran pengelolaan manajemen keuangan suatu perusahaan apakah telah berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan yaitu penghematan biaya operasional, efektivitas penempatan investasi. Salah satu alat penilaian kinerja keuangan adalah analisis rasio keuangan, yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai dasar dalam pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen, khususnya perencanaan dan pengendalian untuk mendapatkan tolok ukur tertentu yang membandingkan kinerja suatu perusahaan pada tahun tertentu dengan kinerja tahun sebelumnya dan sesudahnya atau membandingkan kinerja perusahaan dengan kinerja perusahaan lain, terutama dalam industri yang sama. Adapun rasio keuangan yang umum digunakan untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan adalah rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas/rentabilitas dan rasio aktivitas.

METODE PENELITIAN
Obyek dari penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi yaitu PT. Jamsostek dan PT. Prudential Life Assurance. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan PT. Jamsostek (Persero) dan PT. Prudential Life Assurance tahun 2007 sampai dengan tahun 2011. Alat uji analisis yang digunakan adalah independent sample T-test. Independent sample T-test adalah metode yang digunakan untuk menguji kesamaan rata-rata dari 2 populasi yang bersifat independen. Berikut adalah hipotesis dalam penelitian:
H0: Tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan yang signifikan antara    perusahaan asuransi milik pemerintah dan perusahaan asuransi milik swasta.
Ha: Terdapat perbedaan kinerja keuangan yang signifikan antara perusahaan asuransi milik pemerintah dan perusahaan asuransi milik swasta.

HASIL DAN PEMBAHASAN
             Berdasarkan data yang diperoleh dari laporan keuangan masing-masing perusahaan yang menjadi objek penelitian dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 diperoleh penentu kinerja perusahaan asuransi BUMN dan perusahaan asuransi swasta. Dalam penelitian ini rasio yang dipergunakan untuk menentukan kinerja perusahaan adalah rasio profitabilitas, rasio likuiditas dan rasio solvabilitas.
Tabel 4.1
Rasio Profitabilitas, Likuiditas, Solvabilitas PT. Jamsostek dan PT.
Prudential periode 2007-2011.

       Sumber: Data Diolah 2012

Dibawah ini disajikan gambaran tentang fluktuasi peningkatan dan penurunan rasio profitabilitas yang dialami perusahaan asuransi BUMN dan perusahaan asuransi swasta.
Gambar 4.1 Rasio Profitabilitas

Berikut disajikan gambaran tentang fluktuasi peningkatan dan penurunan rasio likuiditas yang dialami perusahaan asuransi BUMN dan perusahaan asuransi swasta.

                                           Gambar 4.2 Rasio Likuiditas

Berikut disajikan gambaran tentang fluktuasi peningkatan dan penurunan rasio solvabilitas yang dialami perusahaan asuransi BUMN dan perusahaan asuransi swasta.


Gambar 4.3 Rasio Solvabilitas

            Setelah diuraikan dan diberikan gambaran tentang keadaan tingkat profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas perusahaan asuransi BUMN dan perusahaan asuransi swasta dari tahun 2007 sampai dengan 2011, selanjutnya penulis akan memberikan penjelasan deskriptif dari data-data tersebut. Berikut deskriptif dari penelitian ini:
Kinerja Perusahaan Asuransi BUMN
Tabel 4.2
Statistik Deskriptif
Perusahaan Asuransi BUMN
Descriptive Statistics

N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
Profitabilitas
5
,0879
,1103
,101120
,0085762
Likuiditas
5
2,8279
6,9027
4,908960
1,8443265
Solvabilitas
5
1,5410
4,9787
3,041240
1,3274850
Valid N (listwise)
5




     Sumber: data diolah 2012.SPSS 20
Berdasarkan Tabel 4.2 diatas dapat dijelaskan mengenai deskripsi tentang rasio-rasio penelitian yang berupa rasio profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas perusahaan asuransi BUMN.

Kinerja Perusahaan Asuransi Swasta
Tabel 4.3
Statistik Deskriptif
Perusahaan Asuransi Swasta
                                     Descriptive Statistics

N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
Profitabilitas
5
,0600
,1200
,094200
,0215917
Likuiditas
5
1,0900
2,3300
1,576000
,4644136
Solvabilitas
5
2,0600
7,6600
4,604000
2,1041578
Valid N (listwise)
5




            Sumber: data diolah 2012.SPSS 20
Berdasarkan Tabel 4.3 diatas dapat dijelaskan mengenai deskripsi tentang rasio-rasio penelitian yang berupa rasio profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas perusahaan asuransi swasta.

Pengujian Hipotesis dengan Independent Sample t-Test

Hasil analisis Independent Sample T-Test dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara dua populasi dengan melihat rata-rata dua sampelnya, yaitu perusahaan asuransi BUMN dan perusahaan asuransi swasta dengan indikator rasio profitabilitas, rasio likuiditas, dan rasio solvabilitas.


Tabel 4.4 Independent Sample Test
 Data diolah 2012.SPSS 20

Analisis Rasio Profitabilitas
Berdasarkan tabel 4.4 bahwa F hitung untuk rasio profitabilitas dengan Equal variance assumed adalah 1,134 dengan probabilitas 0,318. Karena probabilitas > 0,05 maka H0 diterima, atau kedua varians sama/tidak berbeda signifikan dalam kinerja kedua perusahaan asuransi. Berdasarkan tabel 4.4 bahwa t hitung untuk rasio profitablitas dengan Equal variance assumed adalah 0,666 dengan probabilitas 0,524. Karena 0,524 > 0,05 maka H0 diterima, ini berarti rata-rata profitabilitas perusahaan asuransi BUMN dan perusahaan asuransi swasta tidak berbeda signifikan. Semakin tinggi rasio profitabilitas menandakan semakin baik pula kinerja keuangan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan sehingga kemungkinan perusahaan dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Dimana untuk memperoleh profit yang besar diperlukan adanya aktiva produktif yang berkualitas dan manajemen yang solid.

Analisis Rasio Likuiditas
            Berdasarkan tabel 4.4 bahwa F hitung untuk rasio likuiditas dengan Equal variance assumed adalah 13,762 dengan probabilitas 0,006. Karena probabilitas < 0,05 maka H0 ditolak, atau kedua varians benar-benar berbeda dalam kinerja kedua perusahaan asuransi. Berdasarkan tabel 4.4 bahwa t hitung untuk rasio likuiditas dengan Equal variance not assumed adalah 3,919 dengan likuiditas 0,014. Karena 0,014 < 0,05 maka H0 ditolak, ini berarti rata-rata likuiditas perusahaan asuransi BUMN dan perusahaan asuransi swasta benar-benar berbeda/berbeda signifikan.
            Tingkat rasio likuiditas perusahaan asuransi BUMN jauh lebih tinggi dibandingkan perusahaan asuransi swasta. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan asuransi BUMN memiliki kondisi yang lebih likuid, sekilas memang terlihat kinerja perusahaan asuransi BUMN lebih baik dibanding perusahaan asuransi swasta karena mampu menghasilkan rasio likuiditas yang jauh diatas perusahaan asuransi swasta, namun ternyata tidak selalu demikian, pada dasarnya semakin tinggi rasio lancar seharusnya semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek. Tetapi rasio lancar yang terlalu tinggi juga menunjukkan manajemen yang buruk atas sumber likuiditas. Kelebihan dalam aktiva lancar seharusnya dapat digunakan untuk membayar deviden, membayar hutang jangka panjang atau untuk investasi yang bisa menghasilkan tingkat kembalian lebih.

Analisis Rasio Solvabilitas
           Berdasarkan tabel 4.4 bahwa F hitung untuk rasio solvabilitas dengan Equal variance assumed adalah 0,926 dengan solvabilitas 0,364. Karena solvabilitas > 0,05 maka H0 diterima, atau kedua varians sama/tidak berbeda signifikan dalam kinerja kedua perusahaan asuransi. Berdasarkan tabel 4.4 bahwa t hitung untuk rasio solvabilitas dengan Equal variance assumed adalah -1,405 dengan probabilitas 0,198. Karena 0,198 > 0,05 maka H0 diterima, ini berarti rata-rata solvabilitas perusahaan asuransi BUMN dan perusahaan asuransi swasta tidak berbeda signifikan. Bila di lihat dari rata-rata, rata-rata rasio solvabilitas perusahaan asuransi swasta lebih tinggi dari perusahaan asuransi BUMN. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan perusahaan asuransi swasta lebih baik dari perusahaan asuransi BUMN, kesehatan perusahaan asuransi swasta dapat dilihat dari besarnya rasio solvabilitas perusahaan asuransi swasta tertinggi sebesar 766% dan terendah sebesar 206% pada periode penelitian. Berbeda dengan perusahaan asuransi BUMN, yang rasio solvabilitas tertinggi sebesar 497,87% dan terendah sebesar 154,10%. Tingkat rasio solvabilitas kedua perusahaan asuransi ini menunjukkan bahwa keadaan/kondisi keuangan masing-masing perusahaan dalam keadaan sehat dan cukup aman dari resiko likuidasi.

SIMPULAN
            Dalam Penelitian ini penulis menganalisa dengan menggunakan uji independent sample t test dengan menggunakan laporan keuangan kedua perusahaan asuransi yang menjadi objek penelitian, hasil analisis menunjukkan bahwa rasio profitabilitas dan rasio solvabilitas perusahaan asuransi BUMN tidak berbeda signifikan dengan perusahaan asuransi swasta karena memiliki tingkat signifikan > 0,05. Sedangkan untuk rasio likuiditas perusahaan asuransi BUMN berbeda signifikan dengan perusahaan asuransi swasta karena memiliki tingkat signifikan < 0,05.  Dilihat dari rasio profitabiltas dan rasio sovabilitasnya kinerja perusahaan asuransi swasta lebih baik dari perusahaan asuransi BUMN karena perusahaan asuransi swasta memiliki rasio yang lebih tinggi yang menandakan perusahaan asuransi memiliki kondisi perusahaan yang lebih sehat. Dari rasio likuiditasnya perusahaan asuransi BUMN memiliki rasio yang lebih tinggi dari perusahaan asuransi swasta yang berarti perusahaan asuransi BUMN memiliki kondisi yang lebih likuid dibanding perusahaan asuransi swasta.



DAFTAR PUSTAKA


Andi, 2009, 7 Langkah Mudah Melakukan Analisis Stastistik Menggunakan SPSS 17. Yogyakarta: CV Andi Offset (Penerbit Andi).
Anonim, 2010. “Penerapan Ratio Early Warning System untuk Menganalisis Kesehatan dan Mengukur Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Asuransi Kerugian.”. Skripsi. Dalam http://www.ukrida.ac.id/ diunduh pada jumat, 22 juni 2012 pukul 19:17 WIB
Asyikin, J dan Tanu, V.S. 2011. “Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Antara Perusahaan Farmasi Milik Pemerintah (BUMN) dengan Perusahaan Farmasi Swasta yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Dalam http://www.google.co.id/ diunduh pada rabu, 25 juli 2012 pukul 19:14 WIB
Darmawi, Herman, 2006. Manajemen Asuransi. Edisi 1, cetakan 4. Jakarta: Bumi Aksara
Darsono dan Ashari, 2006. Pedoman Praktik Memahami Laporan Keuangan. Yogyakarta: Penerbit ANDI
Harahap, Sofyan Syafri, 2007. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Edisi 1, cetakan 6. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Ikatan Akuntansi Indonesia, 2008.  Standar Akuntansi Keuangan  Per  1 September 2007. Jakarta: Salemba Empat
Irvansyah, riko. 2010. “Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Rasio Keuangan Early Warning System Pada Perusahaan Asuransi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)”. Dalam http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/21122. diunduh pada selasa, 2 agustus 2012 pukul 20:33 WIB.
Jumingan, 2006. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : Bumi Aksara
Muspa. “Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan Asuransi. Jurnal Akuntansi”. Dalam http://www.google.co.id/ diunduh pada jumat, 22 juni 2012 pukul 20:56 WIB
S.R, Soemarso, 2005. Akuntasi Suatu Pengantar. Edisi Revisi, Buku 2 Edisi 5, Jakarta: Salemba Empat
Sadeli, Lili. M, 2006. Dasar-Dasar Akuntansi, Edisi 1 cetakan ketiga, Jakarta: Bumi Aksara
Sugiyono, 2003. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV ALFABET




0 komentar:

Poskan Komentar